
(Reuters) London - Simon Santoso dihadapkan pada laga berat di Olimpiade London 2012 dengan melawan unggulan teratas Lee Chong Wei. Kendati punya rekor buruk, Simon akan berupaya mencari kelemahan lawan untuk menang.
Usai memenangi laga penyisihan terakhirnya kontra Michael Lahnsteiner, Simon yang menduduki rangking enam dunia akan melawan Lee di babak 16 Besar pada Rabu (1/8/2012) siang waktu setempat.
Menurut catatan pertemuan di antara keduanya Chong Wei lebih diunggulkan dengan memenangi tujuh dari delapan kali berjumpa.
Chong Wei sukses mengalahkan Simon di lima perjumpaan pertama sedangkan kemenangan pertama Simon baru didapat di Jepang Terbuka Superseries 2009 usai bertarung tiga set dalam laga babak kedua.
Sementara di dua perjumpaan terakhir berhasil disapu bersih oleh Chong Wei. Kekalahan terakhir Simon atas pebulutangkis nomor dunia dunia ini terjadi di Kejuaraan Dunia Superseries 2011 di Liu Zhou, China.
Meski lawan jauh lebih superior, Simon merasa kemenangan bukan mustahil bisa direbut. Ia siap tampil maksimal dan mencari kelemahan sang lawan.
"Dalam undian (Taufik Hidayat dan aku) tidak beruntung karena kami bertemu Chong Wei dan Lin Dan (di babak pertama knock out)," ujar Simon yang dikutip YahooSports.
"Di awal kami bermain melawan pebulutangkis rangking rendah tapi kami berdua sekarang bertemu dengan Lee dan Lin. Itu sungguh tidak beruntung. Aku akan mencoba menemukan kelemahaan Lee dan memanfaatkannya," pungkas Simon.
Via: Simon Coba Temukan Kelemahan Chong Wei
Pelatih tim nasonal Indonesia Nil Maizar menegaskan tidak akan ada perbedaan antara pemain Indonesia Super League (ISL) atau Indonesian Premier League (IPL) dalam skuat yang diasuhnya.

Sriwijaya FC berhasil meraih juara kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim 2011/12 dengan meraih hasil sempurna tanpa terkalahkan ataupun meraih hasil imbang di kandang Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang. Dari 17 laga kandang yang dijalani, Sriwijaya FC berhasil meraup poin sempurna 51.

















